Friday, January 16, 2009

Pendidikan Agama Dasar Pembentukan Pribadi Anak


Rumah-rumah atau keluarga adalah tempat yang paling utama dan pertama bagi anak untuk memperoleh pembinaan mental dan pembentukkan kepribadian, yang kemudian ditambah dan disempurnakan oleh sekolah. Demikian pula dengan pendidikan agama, harus dilakukan oleh orang yang membiasakannya pada tingkah laku dan akhlak yang diajarkan oleh agama. Ada masa anak belum mengerti tentang akhlak-akhlak yang baik, seperti kejujuran dan keadilan. Agar anak meniru dengan baik maka orang tua harus berlaku adil dan membiasakan adil sehingga rasa adil tertanam dalam jiwanya, juga dengan nilai-nilai agama akan membentuk kepribadiannya.
Kalau pendidikan agama tidak diberikan kepada anak sejak kecil, maka akan berakibat hal-hal sebagai berikut.

a. Tidak terdapat nilai agama dalam kepribadiannya sehingga sukar baginya untuk menerima ajaran itu kalau ia telah dewasa;

b. Mudah melakukan segala sesuatu menurut dorongan dan keinginan jiwanya tanpa memperhatikan hukum atau norma-norma yang berlaku.

Sebaliknya kalau dalam kepribadian seseorang terdapat nilai-nilai dan unsur agama, maka segala keinginan dan kebutuhan dapat dipenuhi dengan cara yang wajar dan tidak melanggar hukum agama.

Sesuai dengan dasar negara kita Pancasila, dengan sila pertamanya ke-Tuhanan Yang Maha Esa, maka kepribadian warga negara berisi kepercayaan yang menjadi bagian dari kepribadian tidak hanya dapat diucapkan secara lisan saja, tetapi harus disertai dengan perbuatan. Hal ini hanya mungkin melalui pendidikan agama, karena kepercayaan bahwa Tuhan itu ada harus disertai dengan kepercayaan kepada ajaran, dan peraturan-peraturan yang ditentukan oleh Tuhan. Dengan demikian jelaslah bahwa semua itu menjadi dasar dalam pembinaan mental dan pembentukan kepribadian yang akan mengatur sikap, tingkahlaku dan cara menghadapi segala problem dalam hidup.

No comments: